Karantina Ikan Koi

Apakah Karantina Ikan Koi itu? 

Dalam pemeliharaan ikan koi, karantina adalah bagian yang tidak terpisahkan dan merupakan keharusan terutama bagi penghobi ikan koi. Bukan hanya berlaku bagi ikan koi, karantina juga harus dilakukan pada jenis ikan hias lainnya. Karantina sendiri adalah tempat pengasingan dan/atau tindakan sebagai upaya pencegahan. Yaitu mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu yang mungkin dibawa ikan koi tersebut dari kolam pembesaran. Tujuan lain dari karantina ikan koi adalah untuk meredakan stress pada ikan yang disebabkan perjalanan jauh dan kurangnya oksigen akibat pengiriman.

Karantina ikan koi dilakukan ketika kita baru saja membeli ikan koi, baik untuk dipelihara sendiri atau dijual lagi. Sehingga ketika ikan tersebut nantinya dimasukkan ke kolam, maka ikan benar-benar dalam keadaan sehat. Selain itu, ikan yang telah ada di kolam kita tidak tertular penyakit yang mungkin dibawa oleh ikan baru tersebut dari kolam pembesaran atau sawah.

Bagaimana Cara Mengkarantina Ikan Koi? 

Karantina ikan koi bisa dilakukan di bak penampungan (bak fiber, bak berlapis plastik atau kolam terpisah). Sebaiknya bak penampungan diisi air terlebih dahulu beberapa hari sebelum ikan koi tiba dengan aerasi atau filter dihidupkan. Tujuannya adalah agar airnya mature dan mengandung cukup oksigen.

Saat ikan tiba, hindari langsung membuka kantong plastik dan memasukkan ikan ke dalam bak penampungan. Siram terlebih dahulu kantong plastik untuk membersihkan kotoran yang melekat. Masukkan kantong plastik yang belum terbuka tersebut ke dalam bak penampungan. Tujuannya adalah menyamakan suhu antara air di bak penampungan dengan air di dalam kantong plastik. Perubahan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan ikan stress. Setelah suhu dirasa sama, buang air di dalam kantong plastik dan ikan dimasukkan ke dalam bak penampungan.

Hal-hal Penting dalam Karantina Ikan Koi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan secara ekstra dalam proses karantina ini diantaranya:

  • Perhatikan gerakan ikan koi dengan teliti. Jika terdapat ikan yang menggesek-gesekkan tubuhnya ke dasar bak atau ikan yang bergerak menyendiri sebaiknya segera diobati.
  • Biasanya terdapat ikan koi yang melompat-lompat keluar air. Untuk menghindari ikan keluar dari bak penampungan, sebaiknya bak ditutup dengan jaring atau tripleks.
  • Selalu ganti air setiap hari. Penggantian air dilakukan dengan membuang setengah bak air dan memasukkan air baru.
  • Hindari memberi makan ikan koi 1-2 hari pertama di bak karantina. Tujuannya adalah agar air tidak tercemar amonia dan kotoran ikan.

Setelah beberapa hari ikan koi biasanya menunjukkan tanda-tanda sehat, misalnya gerakannya lebih tenang / tidak melompat-lompat atau berenang mengelilingi bak penampungan. Jika sudah begitu, maka ikan bisa dimasukkan ke dalam kolam utama.

Sebagai penjual ikan koi Blitar di Jakarta (klik disini), NusaKoi sendiri cukup ketat dalam hal karantina ini dengan melakukan dobel karantina. Sebelum dikirim ke Jakarta, ikan koi sudah terlebih dahulu dikarantina di Blitar. Selain bertujuan menghilangkan penyakit atau kutu, karantina juga dilakukan untuk memisahkan ikan koi bagus dan yang tidak bagus. NusaKoi hanya menjual ikan koi berkualitas, dan meninggalkan yang tidak layak bawa (kropyokan).

 

Karantina Ikan Koi di Blitar: 

Karantina Ikan Koi di Blitar

 

Karantina Ikan Koi di Jakarta: 

Karantina Ikan Koi di Jakarta

Salam Koi !

Leave a Comment

14 + one =